Monsinyur (Mgr.) Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Pr. (lahir di Sedayu, Bantul, Yogyakarta, 9 Juli 1950; umur 60 tahun) adalah Uskup Agung Jakarta sejak 29 Juni 2010, menggantikan Kardinal Julius Darmaatmadja. Sebelum menduduki jabatan ini, Ignatius Suharyo adalah Uskup Coadjutor (uskup dengan hak suksesi otomatis saat uskup senior pensiun) di Keuskupan Agung Jakarta. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Uskup Agung Semarang dan Uskup Militer Indonesia. Pengumuman dirinya sebagai Uskup Agung Semarang dilakukan pada 21 April 1997 oleh Paus Yohanes Paulus II, sementara penahbisannya dilaksanakan pada 22 Agustus 1997 di Gedung Olahraga Jatidiri, Semarang. Sebelumnya, ia juga menjabat Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia.
Recent Posts
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Gereja dan Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Gereja dan Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 21 September 2010
Cornel Simanjuntak
Diposting oleh
Holy Person's
Cornel Simanjuntak (Pematangsiantar, Sumatera Utara, 1921 - Yogyakarta, 15 September 1946) adalah seorang pencipta lagu-lagu heroik dan patriotik Indonesia. Ia dianggap sebagai tokoh yang membawa bibit unggul perkembangan musik Indonesia.
Senin, 20 September 2010
Richardus Kardis Sandjaja Pr
Diposting oleh
Holy Person's
Richardus Kardis Sandjaja Pr dikenal juga dengan panggilan Romo Sandjaja. Ia terbunuh bersama Frater Hermanus Bouwens, SJ tanggal 20 Desember 1948 di dusun Kembaran dekat Muntilan, ketika penyerangan pasukan Belanda ke Semarang yang berlanjut ke Yogyakarta dalam Agresi Militer Belanda II. Romo Sandjaya dikenal sebagai martir pribumi dalam sejarah gereja Katolik Indonesia. Romo Sandjaja (baca: Sanjoyo) lahir pada 20 Mei 1914. Beliau adalah seorang pastor (gembala umat) yang juga adalah seorang dosen seminari tinggi. Beliau melayani jemaat di Paroki Muntilan,Magelang. Ditahbiskan menjadi pastor dan mengucap kaul/janji imamat pada 13 Januari 1943. Walaupun pengabdiannya sebagai pastor tergolong singkat yakni 5 tahun dan akhirnya wafat, namun teladan hidup sucinya banyak menginspirasi umat Kristen dan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya (Jawa Tengah dan sekitarnya). Gereja Katolik telah menganugerahi gelar kesucian yakni Beato (yang artinya: pribadi yang mencapai kebahagiaan sejati). Beato levelnya satu tingkat dibawah santo/santa (saint).
Michael Verhoeks CM
Diposting oleh
Holy Person's
Michael Verhoeks CM (1893-1952) adalah seorang Uskup (Vikaris Apostolik) Surabaya dari tahun 1941-1952. Msgr. Michael Verhoeks CM lahir di Massie, Velddriel tanggal 29 Maret 1893. Ia ditahbiskan sebagai romo CM tahun 1919. Karier imamatnya dijalankan hampir semuanya di seminari; ia adalah dosen Hukum Gereja dan teologi moral di Seminari Tinggi St. Jozef, Panningen, Belanda. Pada tahun 1941 Michael Verhoeks CM terpilih untuk menjadi Vikaris Apostolik Surabaya tahun 1941. Michael Verhoeks CM ditahbiskan sebagai Uskup Surabaya tanggal 8 Mei 1942. Tahbisannya dilangsungkan di Semarang. Msgr. Verhoeks CM meninggal dunia karena sakit asma di Surabaya tahun 1952.[1]
Y. B. Mangunwijaya
Diposting oleh
Holy Person's
Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, Pr. (lahir di Ambarawa, Kabupaten Semarang, 6 Mei 1929 – meninggal di Jakarta, 10 Februari 1999 pada umur 69 tahun), dikenal sebagai rohaniwan, budayawan, arsitek, penulis, aktivis dan pembela wong cilik (bahasa Jawa untuk "rakyat kecil"). Dia juga dikenal dengan panggilan populernya, Rama Mangun (atau dibaca "Romo Mangun" dalam bahasa Jawa).
Romo Mangun adalah anak sulung dari 12 bersaudara pasangan suami istri Yulianus Sumadi dan Serafin Kamdaniyah.
Romo Mangun adalah anak sulung dari 12 bersaudara pasangan suami istri Yulianus Sumadi dan Serafin Kamdaniyah.
Minggu, 19 September 2010
Franz Magnis-Suseno
Diposting oleh
Holy Person's
Prof. Dr. Dr.-h.c. Franz Magnis-Suseno, SJ (nama asli: Franz Graf von Magnis atau nama lengkapnya Maria Franz Anton Valerian Benedictus Ferdinand von Magnis (lahir di Eckersdorf, Silesia, Jerman-Nazi (kini Bożków, Nowa Ruda, Polandia), 26 Mei 1936; umur 74 tahun) adalah seorang tokoh Katolik dan budayawan Indonesia. Ia berasal dari sebuah keluarga bangsawan. Magnis-Suseno juga dikenal sebagai seorang Direktur Program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara.
Karel Satsuit Tubun
Diposting oleh
Holy Person's
Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Karel Satsuit Tubun, (lahir di Maluku Tenggara, 14 Oktober 1928 – meninggal di Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 36 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang merupakan salah seorang korban Gerakan 30 September pada tahun 1965. Ia adalah pengawal dari J. Leimena. Ia dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Dikarenakan dia adalah korban Gerakan 30 September, maka dia diangkat menjadi seorang Pahlawan Revolusi.
Martha Christina Tiahahu
Diposting oleh
Holy Person's
Martha Christina Tiahahu lahir di Nusa Laut, Maluku, 4 Januari 1800 – meninggal di Laut Banda, Maluku, 2 Januari 1818 pada umur 17 tahun adalah seorang gadis dari Desa Abubu di Pulau Nusalaut. Lahir sekitar tahun 1800 dan pada waktu mengangkat senjata melawan penjajah Belanda berumur 17 tahun. Ayahnya adalah Kapitan Paulus Tiahahu, seorang kapitan dari negeri Abubu yang juga pembantu Thomas Matulessy dalam perang Pattimura tahun 1817 melawan Belanda.
Sabtu, 18 September 2010
Jan Wolters CM
Diposting oleh
Holy Person's
Jan Wolters CM (26 Maret 1893 - 14 Agustus 1954) adalah seorang pastor Katolik. Ia dikenal sebagai misionaris vinsensian yang merintis pembangunan Gereja Puhsarang (1936-1937) dengan bantuan seorang insinyur kondang waktu itu, Henri Maclaine Pont.
Pierre Tandean
Diposting oleh
Holy Person's
Kapten Anumerta Pierre Andreas Tendean lahir di Jakarta, 21 Februari 1939 – meninggal di Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 26 tahun adalah salah seorang korban pada peristiwa Gerakan 30 September dan merupakan pahlawan nasional Indonesia.
Yos Sudarso
Diposting oleh
Holy Person's
Laksamana Madya Yosaphat Soedarso lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 24 November 1925 – meninggal di Laut Aru, 13 Januari 1962 pada umur 36 tahun adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Ia gugur di atas KRI Macan Tutul dalam pertempuran Laut Aru melawan armada Belanda pada masa kampanye Trikora. Hal yang kurang lazim adalah, sebagai seorang Kepala Staff Angkatan Laut tidak seharusnya ia ikut terjun langsung di dalam operasi tersebut. Namanya kini diabadikan pada sebuah KRI dan pulau.
Jumat, 17 September 2010
Mgr. Adrianus Djajasepoetra, SJ
Diposting oleh
Holy Person's
Mgr. Adrianus Djajasepoetra, SJ dilahirkan di Yogyakarta dan dipilih oleh Paus Pius XII menjadi Vikaris Apostolik Jakarta pada 18 Februari 1953. Sebelum menjadi Viakris Apostolik, ia sempat menjabat sebagai rektor di Kolese Santo Ignatius, Yogyakarta.
W.R. Supratman
Diposting oleh
Holy Person's
Wage Rudolf Supratman lahir di Jatinegara, Batavia, 9 Maret 1903 – meninggal di Surabaya, Jawa Timur, 17 Agustus 1938 pada umur 35 tahun adalah pengarang lagu kebangsaan Indonesia, "Indonesia Raya" dan pahlawan nasional Indonesia.
Kehidupan pribadi
Ayahnya bernama Senen, sersan di Batalyon VIII. Saudara Soepratman berjumlah enam, laki satu, lainnya perempuan. Salah satunya bernama Roekijem. Pada tahun 1914, Soepratman ikut Roekijem ke Makassar. Di sana ia disekolahkan dan dibiayai oleh suami Roekijem yang bernama Willem van Eldik.
Kehidupan pribadi
Ayahnya bernama Senen, sersan di Batalyon VIII. Saudara Soepratman berjumlah enam, laki satu, lainnya perempuan. Salah satunya bernama Roekijem. Pada tahun 1914, Soepratman ikut Roekijem ke Makassar. Di sana ia disekolahkan dan dibiayai oleh suami Roekijem yang bernama Willem van Eldik.
Sam Ratulangi
Diposting oleh
Holy Person's
Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi atau lebih dikenal dengan nama Sam Ratulangi lahir di Tondano, Sulawesi Utara, 5 November 1890 – meninggal di Jakarta, 30 Juni 1949 pada umur 58 tahun adalah seorang politikus Minahasa dari Sulawesi Utara, Indonesia. Ia adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Sam Ratulangi juga sering disebut-sebut sebagai tokoh multidimensional. Ia dikenal dengan filsafatnya: "Si tou timou tumou tou" yang artinya: manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia.
Kamis, 16 September 2010
Eurico Guterres
Diposting oleh
Holy Person's
Eurico Barros Gomes Guterres lahir 17 Juli 1971 ;umur 38 tahun adalah seorang milisi pro-Indonesia atau anti-kemerdekaan Timor Timur yang direkrut oleh militer Indonesia. Ia dituduh terlibat dalam sejumlah pembantaian di Timor Timur, dan merupakan pemimpin milisi utama pada pembantaian pasca-referendum dan penghancuran ibu kota Dili.
D,I, Panjaitan
Diposting oleh
Holy Person's
Mayor Jenderal TNI Anumerta Donald Isaac Panjaitan lahir di Balige, Sumatera Utara, 19 Juni 1925 – meninggal di Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 40 tahun adalah salah satu pahlawan revolusi Indonesia. Ia dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta
Robert Wolter Monginsidi
Diposting oleh
Holy Person's
Tanggal 14 Februari 1925, dari kandungan ibu pertiwi lahirlah seorang anak bangsa nan perkasa, Robert Wolter Monginsidi, anak suku Bantik di pesisir desa Malalayang, sebagai putera ke 4 dari 11 bersaudara, hasil buah cinta Petrus Monginsidi dengan Lina Suawa. Wolter Monginsidi dengan panggilan kesayangan “BOTE” tumbuh sebagai seorang anak yang berani, percaya diri, jujur, serta cerdas dan pantang menyerah.
Rabu, 15 September 2010
Maria Walanda Maramis
Diposting oleh
Holy Person's
Maria Josephine Catherine Maramis (lahir di Kema, Sulawesi Utara, 1 Desember 1872 – meninggal di Maumbi, Sulawesi Utara, 22 April 1924 pada umur 51 tahun), atau yang lebih dikenal sebagai Maria Walanda Maramis, adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia karena usahanya untuk mengembangkan keadaan wanita di Indonesia pada permulaan abad ke-20.
Van Lith
Diposting oleh
Holy Person's
Franciscus Georgius Josephus Van Lith atau seringkali disingkat sebagai Frans van Lith (lahir 17 Mei 1863 – meninggal 9 Januari 1926 pada umur 62 tahun) adalah seorang imam Yesuit asal Oirschot, Belanda yang meletakkan dasar karya Katolik di Jawa, khususnya Jawa Tengah. Ia membaptis orang-orang Jawa pertama di Sendangsono, mendirikan sekolah guru di Muntilan, memperjuangkan status pendidikan orang pribumi dalam masa pendudukan kolonial Belanda.
Kardinal Mgr. Julius Riyadi Darmaatmadja, S.J.
Diposting oleh
Holy Person's
Kardinal Mgr. Julius Riyadi Darmaatmadja, S.J. lahir di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, 20 Desember 1934; umur 75 tahun adalah seorang kardinal Gereja Katolik Roma dari Indonesia sejak tahun 1994. Ia menjabat sebagai Uskup Agung Jakarta dari 11 Januari 1996 sampai dengan 28 Juni 2010.
Sebagai kardinal, ia juga turut serta dalam pemilihan Paus baru pada tahun 2005, yang akhirnya memilih Paus Benediktus XVI.
Sebagai kardinal, ia juga turut serta dalam pemilihan Paus baru pada tahun 2005, yang akhirnya memilih Paus Benediktus XVI.

















