Recent Posts

Tampilkan postingan dengan label Breaking News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Breaking News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Agustus 2010

BAGAIMANA GEREJA MENGANGKAT SEORANG MENJADI SANTO/SANTA ?


Gereja mengakui orang-orang tertentu sebagai Santa dan Santo melalui suatu cara yang khusus, yaitu melalui suatu proses yang disebut “Kanonisasi”. Kanon (Latin = Hukum atau Daftar) adalah sesuatu atau seseorang yang dijadikan contoh tetap bagi yang lain.
Kanon Misa, misalnya, adalah Doa Syukur Agung yang mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Doa Syukur Agung tetap sama. Doa-doa lainnya dalam Misa dapat berubah-ubah dari minggu yang satu ke minggu yang lain, tetapi Kanon Misa tetap sama.

KANONISASI adalah proses Gereja meresmikan seseorang yang telah meninggal diangkat menjadi seorang Santa/Santo. Jika seseorang dikanonisasi oleh Gereja artinya ia dijadikan contoh atau teladan bagi umat yang lain. Seorang Santa/Santo adalah seorang Pahlawan Gereja.

Santo Santa

Kata Santa dan Santo berasal dari bahasa Latin 'sanctus', yang artinya "suci, kudus". Dalam bahasa Inggris, kata 'sanctus' diterjemahkan menjadi "saint". Kamus American Heritage mempunyai beberapa definisi kata "saint". Salah satu diantaranya mendefinisikan kata "saint" sebagai "seorang yang amat kudus". Kudus berarti "berbudi luhur". Belas kasihan serta iman adalah contoh budi yang luhur.

Jadi, seorang santa / santo adalah seorang yang sangat baik, penuh belas kasihan dan iman. Seorang santa / santo sejati adalah seorang yang mempunyai kebiasaan berbuat baik bagi sesama. Kamus tersebut juga mengatakan bahwa definisi kata "saint" berarti "seseorang yang telah berada di surga."

Kamis, 26 Agustus 2010

Puasa Umat Katholik

Ada referensi Kitab Suci tentang puasa, misal Mat 9:15, Mat 6:16-18, Kis 13:2, Kis 14:23.

Tradisi puasa Gereja Katholik sudah berabad2 dari jaman para rasul. Puasanya terbilang cukup ketat dan banyak aturan. Setelah Konsiili Vatikan II kurang lebih th 1966, puasa disederhanakan, jadi seperti yang kita lakukan sekarang, yaitu hanya 2 kali (Rabu Abu+Jumat Agung) plus pantang-pantang.