Recent Posts

Tampilkan postingan dengan label Katekismus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Katekismus. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 September 2010

10 Perintah Allah

1. Aku Allah, Tuhanmu. Jangan memuja berhala, tetapi berbaktilah kepada-Ku saja dan cintailah Aku lebih dari segala sesatu.
2. Jangan menyebut nama Allah, Tuhanmu, tidak dengan hormat.
3. Kuduskanlah hari Tuhan.
4. Hormatilah ibu bapamu.
5. Jangan membunuh.
6. Jangan berbuat cabul.
7. Jangan mencuri.
8. Jangan bersaksi dusta terhadap sesamamu manusia.
9. Jangan ingin berbuat cabul.
10. Jangan ingin akan milik sesamamu manusia secara tak adil.

Indulgensi

  APA ITU INDULGENSI?
Indulgensi adalah harta pusaka surgawi yang istimewa yang dianugerahkan Gereja kepada kita untuk melunasi hutang dosa kita kepada Tuhan serta untuk memulihkan luka-luka jiwa kita yang diakibatkan oleh dosa.
Tuhan memberikan wewenang kepada Gereja untuk memberikan indulgensi atas perbuatan-perbuatan atau doa-doa tertentu, sehingga ketika kita melakukan perbuatan atau doa tersebut, kita boleh memperoleh indulgensi.
Meskipun indulgensi tidak dapat dipergunakan untuk orang lain yang masih hidup (mereka harus memperoleh indulgensinya sendiri!), kita dapat membantu jiwa-jiwa di api penyucian agar lebih cepat tiba di surga dengan mempergunakan indulgensi yang kita terima untuk membantu mereka melunasi hutang dosa mereka kepada Tuhan.

Jumat, 03 September 2010

Sakramen Perkawinan

Perkawinan dinyatakan oleh TUHAN sendiri:
"TUHAN Allah berfirman: 'Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.'" Genesis 2:18
"Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu." Genesis 2:21-22
"Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. " Genesis 2:24 

Sakramen Imamat

Sakramen ini membuat seseorang membumbung tinggi kepada Tuhan.  Siapa seorang imam itu?  Seseorang yang memegang tempat Allah – seseorang yang ditanami dengan kuasa-kuasa Allah.  “Pergilah,” kata Tuhan kita kepada para imam, “seperti BapaKu mengutus Aku, Aku mengutusmu.  Segala kuasa telah diberikan kepadaKu di Surga maupun di bumi.  Pergilah, ajarlah segala bangsa.... Ia yang mendengarkan engkau, mendengarkan Aku, ia yang menolak engkau, menolak Aku.”  Saat seorang imam mengampuni dosa-dosa, ia tidak berkata: “Tuhan mengampuni engkau” – tetapi ia berkata: “Aku melepaskan engkau...”  Saat Konsekrasi, seorang imam tidak berkata: “Inilah Tubuh Tuhan kita,” tetapi ia berkata: “Inilah Tubuh-Ku”.

Sakramen Pengurapan Orang Sakit

Sakramen perminyakan disebut juga sakramen pengurapan orang sakit. Penerimanya adalah para penderita sakit serius; bukan hanya mereka yang menjelang ajal. Termasuk di sini adalah mereka yang sakit berat, yang akan operasi besar dan orang lanjut usia yang kekuatannya melemah (KGK 1515).


Sakramen perminyakan berhubungan dengar penyakit; bukan dengan akhir hidup manusia. Kenapa orang yang sakit (serius) perlu menerima sakramer perminyakan? Sebab pengalaman sakit menjadi pergumulan orang beriman. Orang yang sakit dihadapkan pada suatu krisis. Memang dengan sakit dia bisa mencari dan kembali pada Allah (bertobat), menjadi lebih matang, melihat apa yang paling penting untuk hidup abadinya.

Tetapi penyakit tak jarang menyebabkan rasa takut, sikap menutup diri, rasa putus asa bahkan memberontak pada Allah (KGK 1501, Katekismus Gereja Katolik). Dalam situasi krisis seperti itulah orang beriman perlu didampingi, didoakan, dan dikuatkan lewat sakramen ini.

Kamis, 02 September 2010

Sakramen Tobat


Sakramen Tobat disebut juga Pengakuan atau Rekonsiliasi (Yoh 20:21-23, Amsal 28:13). Kristus memberikan kuasa kepada para Rasul untuk mengampuni dosa atas nama-Nya, dan para Rasul meneruskan kuasa tersebut kepada penerus-penerus mereka, yaitu para Uskup dan Imam. Sakramen Tobat mengampuni dosa-dosa yang dilakukan setelah Baptis. Ketika mengaku dosa, umat beriman harus mengakui semua dosa-dosa berat yang disadarinya, menurut jenisnya (misalnya perzinahan atau pencurian) serta jumlahnya (misalnya satu kali, beberapa kali, atau sering kali). Setelah mengakui segala dosa-dosamu, kamu mendengarkan nasehat-nasehat yang diberikan imam, mengucapkan doa tobat, menerima absolusi (pengampunan Kristus) dari imam, meninggalkan kamar pengakuan, serta melakukan penitensimu.

SAKRAMEN KRISMA (PENGUATAN)

Sakramen Krisma adalah salah satu dari tiga sakramen inisiasi Kristen yaitu Baptis, Krisma dan Ekaristi. Sakramen Krisma memiliki dasar Kitab Suci dari Kis 8:16-17 "Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus."  dan dari Kis 19:5-6 "Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat". dari kedua kutipan ini jelas bahwa Sakramen Krisma membutuhkan penumpangan tangan untuk mengundang Roh Kudus.

Rabu, 01 September 2010

Sakramen Ekaristi

Sakramen Ekaristi adalah perjamuan syukur, sebelum menderita sengsara dan wafat, Yesus merayakan perjamuan malam terakhir bersama murid-murid-Nya, Perjamuan Malam Terakhir adalah asal dari Ekaristi, Perjamuan Malam Terakhir dilakukan Yesus dan murid-murid-Nya untuk memperingati Perjamuan Paskah Yahudi.

Yesus mengubahnya menjadi sebuah perjamuan syukur bagi murid-murid-Nya, dan sebagai tanda perpisahan kepada mereka dalam Perjamuan Terakhir bersama para murid,Yesus mengucap syukur dan dan memberikan pesan “Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu, perbuatlah ini menjadi kenangan akan Aku”. Ia juga berkata “Cawan in adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagimu”. Ia juga memberikan perintah untuk melakukan hal itu sebagai kenangan akan diri-Nya “perbuatlah ini menjadi peringatan akan Daku”.

Sakramen Pembaptisan

Kata baptis berasal dari kata Yunani baptizein (kata bendanya: baptisma), yang berarti membenamkan atau menenggelamkan diri ke dalam air atau mencuci diri, entah seluruhnya atau sebagian. Dari arti kata ini kita dapat mengambil suatu pengertian secara sederhana bahwa pembaptisan itu adalah suatu pembersihan diri dari segala kotoran-kotoran dosa khususnya dosa yang disebabkan oleh nenek moyang yang juga disebut dosa asal. Pada masa-masa awal Gereja, orang-orang Kristen memberi diri untuk dibaptis dengan menenggelamkan diri ke dalam air. Mereka menanggalkan pakaian dan masuk ke dalam air.
 

Tujuh Sakramen

"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
(Mat 6:25-34)

Selasa, 31 Agustus 2010

Kunci Persatuan Gereja

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." (Matius 16:15-19)

Yang Yesus lakukan untuk memastikan Gereja-Nya akan selalu bersatu adalah Dia mengirim Roh Kudus untuk berdiam dalam Tubuh-Nya yang adalah Gereja, mempersatukan semua umat satu dengan yang lain dan dengan diriNya sendiri, Kepala dari Tubuh Kristus.
Dia telah memberikan kita Roh-Nya yang, merupakan kesatuan dan mahluk yang sama dalam kepala dan para anggota-anggotanya, menghidupkan, mempersatukan, dan menggerakan seluruh Tubuh. {Konsili Vatikan II, paragraf 7)

Gereja

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." (Matius 16:15-18)

Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberkan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:18-20)

Senin, 30 Agustus 2010

Yesus Kristus, Juru Selamat kita

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia." (Yoh 3:16-17)

Allah tidak meninggalkan umat manusia setelah dosa Adam, Dia menjanjikan untuk mengirimkan seorang juru selamat ke dalam dunia dan untuk membuka kembali pintu surga.
"Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." (Kej 3:15)
 

Api Penyucian

Yang dimaksud dengan Api Penyucian adalah suatu keadaan atau kondisi hukuman sementara setelah kematian. Sebagai kontrasnya, neraka adalah keadaan atau kondisi hukuman abadi. Ini merujuk pada pemurnian, penyucian. Api Penyucian adalah "tempat" dimana jiwa-jiwa dibersihkan dari akibat-akibat dosa.
Kita tahu bahwa Api Penyucian itu ada dari Alkitab, Tradisi, dan ajaran serta praktek Gereja Katolik, dan bahkan akal sehat sekalipun, membuktikan adanya Api Penyucian
Akal sehat bisa menunjukkan keberadaan Api Penyucian dan hanya orang-orang yang menanggung dosa maut yang masuk ke neraka. Di lain pihak, tak seorangpun bisa masuk ke surga meski hanya dengan dosa yang terkecil sekalipun. Pasti ada tempat penebusan dan pemurnian bagi dosa-dosa ringan dan kekurangan-kekurangan kita lainnya.

Minggu, 29 Agustus 2010

Dosa Asal

Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.....Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. (Roma 5:12,19)
Baca juga tiga pasal pertama Kitab Kejadian.

Dosa Asal yaitu dosa yang dilakukan oleh Adam, bapa dari segala umat manusia.
Adam dan Hawa adalah pria dan wanita pertama, darimana semua manusia di dunia ini diturunkan.
Dosa Adam mempengaruhi seluruh umat manusia karena dosa Adam, setiap manusia diciptakan tanpa rahmat, karena dia adalah bapa dari segenap umat manusia.
"Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa" (Roma 5:19)

Perihal Dosa

"Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Percobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa, dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut." (Yakobus 1:13-15)

Sabtu, 28 Agustus 2010

Pengertian Neraka

Yang dimaksud dengan neraka adalah suatu "tempat" dan keadaan di kehidupan yang berikut dimana jiwa-jiwa yang malang menderita untuk selamanya bersama-sama dengan para iblis.
Neraka itu sungguh-sungguh ada karena Alkitab dan Tradisi seringkali menyinggung tentang hukuman yang kekal di neraka
Yang akan masuk neraka adalah mereka yang meninggal dengan menanggung dosa maut
Tidak ada seseorang yang bisa keluar dari neraka. Neraka itu kekal, dan barangsiapa masuk ke sana akan tetap tinggal disana untuk selama-lamanya.

Pengertian Surga

"Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci." (1 Yohanes 3:1-3)

Jumat, 27 Agustus 2010

Malaikat dan Iblis

"Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, mahluk-mahluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa, katanya dengan suara nyaring: 'Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, an kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!" (Wahyu 5:11-12)

Malaikat adalah roh, yang tidak memiliki jasad tubuh.
Seorang malaikat adalah pribadi yang sesungguhnya, karena seorang malaikat juga mempunyai pikiran.
Malaikat itu benar-benar ada karena Alkitab menyebutkan tentang malaikat sekitar tiga ratus kali.
Allah menciptakan para malaikat untuk melayani-Nya di surga, untuk bertugas sebagai para pengantar pesan-pesan-Nya kepada manusia dan sebagai pelindung bagi umat manusia.
Kita memiliki malaikat-malaikat penjaga, Allah menugaskan para malaikat untuk mendampingi setiap manusia. Sangat boleh jadi setiap orang memiliki malaikat pendampingnya masing-masing.
"Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga." (Matius 18:10)

Arti Doa

"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meinta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang daripadamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Matius 7:7-11)
 
Doa adalah memanjatkan hati dan pikiran kita kepada Allah untuk berkomunikasi dengan-Nya.
Mengapa kita harus berdoa?
Kita harus berdoa:
a. untuk menyembah Allah, untuk berkata kepada-Nya bahwa Dialah yang menciptakan kita dan bahwa kita bergantung dalam segala hal kepada-Nya.
b. untuk berterima kasih kepada Allah atas segala rahmat karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita.

"Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?" (1 Korintus 4:7)
c. untuk meminta ampun dari Allah atas dosa-dosa kita.
"Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini." (Lukas 18:13)
d. untuk meminta pertolongan Allah dalam segala hal
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamua kan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu." (Matius 7:7)